Chizza duduk termenung diserambi rumahnya .Menatap langit merah yang menandakan senja , pikirannya masih kacau akibat peristiwa hari ini.Dia merasa dilema dengan kehidupan percintaannya .Angan- angannya pun kabur melewati senja menerobos dimensi waktu yang membekukan hatinya.

            Chizza tidak pernah menyangka bisa masuk SMA 1 Abadi .Dia sebenarnya tidak sreg dengan sekolah ini ,namun apa daya demi meraih cita citanya dia harus rela berpisah dengan keluarga dan mencoba hidup mandiri menjalani kehidupan di sekolah ini.

            Awal pertemuan yang seru,Chizza berangkat memasuki kelas,didera kebingungan karena tidak tahu lokasi, dia nyasar ke kelas senior , namun akhirnya dia sampai juga dikelasnya .Kelas terasa sepi, kelasnya berada paling ujung dibanding kelas 1 yang lain .Tidak ada satupun orang dikelas itu yang ia  kenal .Tiba tiba datang gadis kecil berambut ikal .Chizza pun berkenalan dengan dia…

            “Pagi mba’ , maaf ganggu , mbak juga di kelas ini ta?” Tanyaku

            “ya , ni X-G kan!” Jawab dia

            “Oh ya, ini  X-G, kenalkan nama saya Chizza!” Kataku

            “Oh , saya Gistie,” Katanya

            “Wah senang bisa berkenalan denganmu,ngomong ngomong apa kamu sudah                 mendapat tempat duduk” Tanyaku

            “Belum, di kelas ini gak ada temen dari 1 SMP aku dulu “ Jawab Gistie

            “Oh , kalau begitu bagaimana kalau kita duduk sebangku soalnya aku juga belum ada temannya” Kataku

            “ Ya, no problem , mana bangkumu “ Tanya Gistie

            “Oh itu ! “ kataku sambil menunjuk meja kedua dari deretan guru. Gisti ini lah yang akan menjadi sahabat dekat Chizza.

            Hari-hari Chizza lewati dengan tanpa halangan yang berarti .Rasa rindu terkadang menyelimuti  ketika tidak ada kegiatan,Chizza rindu dengan keluarganya.Dia ingin berkumpul bersama , saling bercengkrama, namun demi masa depanya dia harus kuat menjalani ini semua

            Sudah hampir 1 semester, Chizza sekolah disini.Prestasinya memang tidak mengecewakan.Dia juga sempat masuk 10 besar lomba yang diadakan oleh sebuah universitas walaupun akhirnya Chizza tidak bisa meraih juara..Bulan demi bulan Chizza lewati dengan penuh keceriaan  hingga chizza tidak menyadari kalau sebentar lagi dia akan naik kelas. Dia pun tidak menyadari kalau hatinya di incar oleh seseorang, Seseorang yang satu kelas dengannya namun Chizza tidak menyangka kalau teman 1 kelasnya itu bisa suka dengannya.

            Chizza tidak pernah menyangka bis memberikan hatinya pada orang tersebut. Namanya adalah Budi , mengapa dia bisa menyukai Budi , itu masih membuat hatinya bimbang,Apa benar pilihan hatinya , namun chizza meyakinkan hatinya bahwa tidak ada salahnya mencoba. Toh nanti kalau tidak cocok semuanya bisa di akhiri.

            Awal hubungannya dengan Budi sangat baik , maklum namanya juga seseorang yang sedang jatuh cinta .Apapun akan terasa indah.Hari hari dilewati dengan canda gurau, perasaan senang dan ketenangan hati .Namun tiba tiba ada badai ddalam hubungan Chizza .Muncul orang ke tiga dalam hubungannya sehingga mau tidak mau Chizza harus mengakhiri hubungannya dengan Budi.

            Sebenarnya  Chizza juga tidak menyesali ataupun sakit hati dengan nasib hubungannya, namun yang membuat hatinya kecewa adalah omongan dari mantannya si Budi yang seakan akan memojokkan dirinya , menimpahkan semua kesalahan pada Chizza , sebagai penyebab putusnya hubungan ini, padahal keduanya memang salah karena tidak ada yang mau mengalah.Chizza tidak pernah sakit hati pada Budi karena selama menjalani hubungan  hati Chizza tidak sepenuhnya milik Budi, dia hanya menyesalkan kenapa harus ada yang saling dipersalahkan dalam putusnya hubungan ini.Padahal dia ingin jika bertemu baik baik maka sebisa mungkin berpisah juga secara baik baik.

            Beruntung  Chizza selalu ada sahabat sahabatnya yang senantiasa menghibur dan memberi dukungan agar tidak termakan omongan  Budi. Mencoba sabar dan membiarkan perkataan itu seperti angin lalu .Tidak sulit juga melupakan laki-laki seperti Budi .Karena selang beberapa hari ada cowok lain ada cowok lain yang sedang mendekati Chizza .Namun sayang hati Chizza seakan membeku untuk untuk bisa merasakan cinta lagi.

            “Maaf ya , aku belum bisa menerima kamu, aku masih ingin belajar dulu!” itu yang selalu dikatakan Chizza pada cowok yang mendekatinya .Hingga pada suatu hari dia terjebak dalam dilema hatinya .Ada seorang cowok yang mendekatinya.Dia sangat tulus menyayangi Chizza .Namun Chizza tetap tidak bisa memberikan hatinya. Chizza cukup berhati-hati agar dia tidak terjebak di lubang yang sama.

            Sang cowok yang bernama Arif senantiasa menanti hati Chizza mencair .Memberikan apa yang Chizza butuhkan. Membantu Chizza ketika dia susah dan menghibur Chizza ketika dia sedih.Hingga pada suatu hari ,Chizza bicara dengan Arif.

            “Rif, kamu bisa kok pergi dari hidupku , aku tidak mau kamu selalu menunggu hatiku .Aku masih ingin belajar  , tidak memikirkan cinta lagi yang bisa menjatuhkan aku!” kata chizza

            “Tidak apa apa Za ,aku mengerti maksud kamu ,Tapi apapun yang terjadi aku akan selalu berada di sisimu . Ijinkan aku, untuk bisa membuktikan kalau cintaku ini tulus ya!” kata Arif.

            “Ok, terserah kamu Yang penting hatiku saat ini belum bisa mencair .Entah kapan dan dengan siapa hati ini mencair wahwohu a’lam!” kata chizza

            “Ya , Za  semoga suatu hari nanti kamu bisa memahami  betapa besar perasaanku kepadamu !” kata Arif.

            Hari demi hari dilalui Chizza dengan Arif di sisinya .Mereka memang tidak menjalin hubungan seperti pacaran tapi hubungan mereka sudah sangat dekat lebih dari sekedar teman  .Arif selalu mengantar Chizza pulang ,membantu chizza mengerjakan tugas dan selalu ada ketika Chizza kesulitan  namun tetap saja hati chizza tidak bisa memilihnya , entah kenapa chizza sendiri tidak mengerti..

            Hingga suatu hari Chizza bertemu dengan teman lamanya .Teman yang selalu memberikan dukungan moril ketika ia drop menghadapi suatu masalah , namanya adalah Dika. Dalam diri Dika Chizza menemukan suatu perasaan aneh yang membuat hatinya tenang ketika berada disampingnya Sebenarnya Chizza sudah  lama kenal Dika, malah sebelum dia kenal Arif. Tapi Chizza jarang berkomunikasi dengan Dika , maklum Dika memang orang penting dengan segudang kegiatan jadi jarang untuk bisa berhubungan dengan dia. Dika juga orangnya cuek jadi Chizza merasa tidak mungkin dia bisa jatuh cinta dengan Dika.

            Namun , setelah beberapa bulan dekat dengan Dika, Chizza akhirnya tau kalau Dika tidak secuek yang dia kira . Ternyata , Dika juga mempunyai feeling dengan Chizza .Dika pun mengungkapkan perasaan  kalau dia sayang dengan Chizza. Baru tadi sore dia mengungkapkannya pada Chizza .

            Chizza tidak bisa menjawab apa-apa selain meminta bukti dan mencari kebenarannya hatinya .Siapa yang akan dia pilih, selama itu pula Chizza tetap berhubungan dengan keduanya ,hubungan dekat tanpa status , Chizza menggantung kedua cowok itu hingga akhirnya Chizza sadar bahwa dia harus mmemilih salah satu. Chizza tidak mungkin menjalin hubungan dengan keduanya karena nanti akan ada yang tersakiti.  Tetapi dia juga tidak bisa langsung memutuskan salah satu karena ia takut akan menghancurkan mental dan harapannya salah satu cowok yang menyayanginya .

            Setelah kejadian sore itu keesokan harinya saat disekolah dia minta saran sahabat sahabatnya mengenai apa yang harus ia lakukan .Mempertimbangkan tentang banyak hal dengan lebih mengutamakan perasaannya. Chizza harus memilih salah satu tidak mungkin terus memberi  harapan keduanya . Chizza akhirnya memilih Dika yang entah kenapa bisa mencairkan hatinya . Chizza berharap dengan Dika  dia tidak jatuh di lubang yang sama. Chizza bisa nyaman dan tenang jika bersama Dika . Mungkin keputusan ini terasa tidak adil bagi Arif karena di banding Dika, pengorbanan  Arif lebih besar .Namun tidak ada yang bisa menyalahkan hati Jika hati telah memilih maka mungkin itu yang terbaik.